Di balik anjloknya harga saham konglomerat, ada potensi saham cuan bagi investor. Analis menyoroti peluang beli di tengah kepanikan, dengan syarat riset fundamental yang mendalam.
Jatuhnya harga saham milik salah satu konglomerat ternama di Indonesia secara drastis telah mengguncang pasar. Namun, di tengah kepanikan investor ritel, sebagian pelaku pasar berpengalaman justru melihat adanya potensi langka untuk meraup keuntungan. Mereka mulai menganalisis, apakah saham yang sedang terpuruk ini bisa menjadi saham cuan di masa depan.
Saham yang dimaksud, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), milik taipan Prajogo Pangestu, telah mengalami koreksi harga yang sangat dalam. Dari level puncaknya yang pernah menyentuh lebih dari Rp 16.000 per lembar, saham ini kini diperdagangkan di kisaran Rp 1.600-an. Penurunan lebih dari 90% ini secara alami menimbulkan kekhawatiran besar. Banyak investor yang merugi dan memilih untuk melepas sahamnya.
Namun, dalam dunia investasi, dikenal sebuah strategi contrarian, yaitu membeli aset berkualitas saat harganya sedang jatuh. Bagi para pemburu saham cuan, penurunan ekstrem seperti yang dialami CUAN ini bisa menjadi sinyal untuk mulai melakukan riset mendalam. Pertanyaannya bukan lagi “mengapa harganya jatuh?”, tetapi “apakah fundamental perusahaannya masih kuat?”. Jika penurunan harga lebih disebabkan oleh sentimen pasar sesaat dan bukan karena kerusakan fundamental bisnis, maka ini bisa menjadi titik masuk yang sangat menarik.
Para analis pasar menyarankan agar investor tidak terburu-buru. Untuk mengubah saham yang sedang anjlok menjadi saham cuan, diperlukan analisis yang cermat terhadap kesehatan finansial perusahaan, prospek industrinya, dan rencana ekspansi ke depan. Apakah perusahaan memiliki utang yang terkendali? Apakah arus kasnya masih positif? Inilah pekerjaan rumah yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk “menyerok di bawah”.
Meskipun risikonya tinggi, potensi imbal baliknya pun sepadan. Sejarah bursa telah mencatat banyak saham yang bangkit kembali setelah mengalami kejatuhan parah dan akhirnya memberikan keuntungan berlipat ganda bagi investor yang sabar. Kini, pasar menanti apakah CUAN akan mengikuti jejak tersebut dan kembali menjadi saham cuan idaman, atau justru terus terbenam dalam tren penurunan.